Kenali Jenis-Jenis Jerawat pada Kulit

KlikDokter.com Tahukah Anda bahwa komedo merupakan cikal bakal terbentuknya jerawat? Apa sebenarnya komedo itu?

Komedo adalah sumbatan pada pori-pori kulit yang terdiri atas lemak, kulit mati, dan keratin. Sumbatan yang tertutup dikenal dengan nama komedo putih. Sementara itu, sumbatan yang terbuka dan teroksidasi dengan udara akan berubah warna menjadi hitam dan disebut dengan komedo hitam. Apabila komedo ini membesar dan menyebabkan dinding folikel pecah, maka akan timbul peradangan yang sering disebut sebagai jerawat.

Lalu, apa sajakah faktor yang mempermudah munculnya jerawat?

  • Ketidakseimbangan hormon, yang memicu produksi kelenjar minyak secara berlebihan. Ketidakseimbangan hormon ini dapat ditimbulkan oleh stress, menstruasi pada wanita, pengunaan hormon suntik, hingga berupa tingginya kadar hormon androgen pada pria dan wanita.
  • Permukaan kulit yang kotor, sehingga mempermudah terjadinya sumbatan pada pori-pori kulit.
  • Infeksi bakteri di kulit.

Apabila jerawat sudah muncul, maka dibutuhkan langkah yang tepat untuk mengatasinya. Pengobatan harus disesuaikan dengan faktor penyebab dan jenis jerawat tersebut, karena pengobatan yang tidak tepat dapat memperburuk kondisi kulit dan membuat jerawat menjadi lebih berat.

Adapun jerawat terbagi atas beberapa tipe, antara lain:

Acne Vulgaris

Merupakan jenis jerawat yang dialami 80% orang dewasa. Jerawat yang timbul dapat berupa sumbatan dengan peradangan atau tanpa peradangan, disertai nyeri, pembengkakan dan kemerahan. Umumnya muncul pada area wajah, punggung, dan dada.

Penyebab acne vulgaris terdiri atas berbagai faktor yang saling berkesinambungan, yakni produksi sebum secara berlebihan, adanya bakteri Propionibacterium acnes, dan proses peradangan pada kulit.

Bentuk acne vulgaris secara berurutan dapat terbagi atas bentuk komedo, jerawat ringan, jerawat sedang, hingga yang paling berat adalah jerawat kistik.

Setelah masa pubertas, acne vulgaris lebih sering dialami oleh pria. Namun memasuki usia dewasa, acne vulgaris lebih sering terjadi pada wanita.

Acne Conglobata

Merupakan bentuk jerawat kistik yang berat, dengan didahului atau tanpa didahului oleh riwayat acne vulgaris. Gejala acne jenis ini biasanya tidak disertai gejala sistemik. Umumnya dialami oleh pria usia muda dan timbul di daerah dada, punggung, bokong, dengan kista yang berukuran besar dan nodul yang panjang serta berisi nanah.

Acne Fulminans (Acne Maligna)

Merupakan kondisi yang jarang terjadi dan sering dialami oleh pria dalam usia remaja (13-16 tahun). Jenis jerawat ini umumnya didahului oleh riwayat acne vulgaris ringan hingga sedang selama 1 tahun, dan disertai gejala sistemik seperti demam, nyeri sendi, pembesaran liver dan limpa, serta kelemahan tubuh.

Drug-related Acne

Merupakan jenis jerawat yang dipicu oleh penggunaan obat-obatan tertentu, seperti steroid, obat antikejang, obat penenang, hormon, atau isoniazid (pengobatan TB).

Acne Neonatus

Merupakan jenis jerawat yang dialami oleh bayi baru lahir usia 2 minggu hingga 3 bulan, dan lebih sering terjadi pada bayi laki-laki. Jerawat timbul pada pipi atau hidung, tanpa komedo, dan umumnya akan hilang sendiri. Penyebabnya diyakini akibat rangsangan kelenjar sebasea dari hormon androgen bayi atau ibu bayi, atau sebagai respon peradangan terhadap jamur Malassezia yang sering ditemukan pada kulit manusia.

Acne Infantil

Merupakan jenis jerawat yang dialami oleh bayi berusia 3-12 bulan. Sering kali ditemukan dalam bentuk komedo kecil hingga peradangan pada pipi. Anak dapat mengalami risiko acne vulgaris lebih besar dan lebih berat ketika beranjak dewasa.

Rosacea

Merupakan kelainan pada kulit yang menyerupai jerawat. Dicirikan dengan kemerahan dan rasa hangat pada kulit wajah, pelebaran pembuluh darah di bawah kulit, dan permukaan kulit yang kasar.

Penyebab pasti rosacea belum diketahui, namun beberapa faktor diyakini berperan dalam timbulnya rosacea, yakni peningkatan aliran darah dan jumlah pembuluh darah di wajah; faktor iklim yang berat, seperti paparan sinar matahari; degenerasi matriks lapisan dermis kulit; makanan pedas, panas, dan alkohol; obat-obatan, seperti steroid topikal dan nasal, amiodaron, vitamin B6 dan B12 dosis tinggi; riwayat peradangan di sekitar pembuluh darah atau folikel; organisme, seperti parasit Demodex, yang secara normal hidup di folikel rambut; atau gangguan metabolisme zat besi.

Sebelum melakukan pengobatan untuk jerawat, periksalah kulit Anda ke dokter spesialis kulit agar dapat dilakukan analisa untuk menentukan jenis dan tipe jerawat yang dialami, serta adakah alergi dan infeksi yang timbul. 

« Lihat artikel lainnya