Hal-Hal yang Penting Diketahui Soal Proses Penuaan Dini

KlikDokter.com -Kulit yang halus dan lembut seperti kulit bayi menjadi idaman banyak orang. Baik pada anak maupun dewasa, kulit memiliki fungsi yang sama yakni sebagai pelindung, reseptor cahaya, regulasi suhu, bagian dari imunitas tubuh, sintesis hormon, mencegah hilangnya kadar air tubuh, dan persepsi sensoris.

Kulit manusia terdiri atas serat protein kolagen dan elastin yang berlapis-lapis, yang memiliki peran dalam menjaga kekenyalan dan elastisitas kulit. Ketika kulit diregangkan, kerangka protein ini akan mengembalikan bentuk kulit seperti semula.

Pada bayi yang baru lahir, kulitnya memiliki kandungan air yang tinggi dan mampu menyerap lebih banyak air dan mengeluarkan air lebih cepat dibandingkan kulit dewasa. Lapisan kulit anak kecil juga lebih tipis dibandingkan dengan dewasa. Sel-sel tubuh termasuk kulit anak membelah dan beregenerasi dalam kecepatan yang lebih tinggi dari dewasa untuk membantu proses pertumbuhan mereka.

Namun di balik kelembutan dan kehalusan kulit bayi, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kulit bayi lebih rentan mengalami masalah seperti iritasi, infeksi, dan masuknya racun ke tubuh melalui kulit.

Ketika melewati masa pubertas, anak akan mulai mengalami masalah kulit seperti jerawat. Hal ini diakibatkan oleh ketidakseimbangan hormon, terutama hormon androgen. Androgen merupakan hormon yang ditemukan pada pria dan wanita, namun lebih tinggi pada pria. Androgen memicu pembesaran kelenjar sebasea di kulit, kemudian ia juga meningkatkan produksi minyak pada kelenjar tersebut. Peningkatan produksi minyak ini memicu sumbatan pada pori-pori kulit dan merupakan makanan yang ideal bagi bakteri.

Ketika memasuki usia dewasa, elastisitas kulit mulai berkurang. Seiring dengan bertambahnya usia manusia, jaringan serat protein kulit melemah, sehingga kulit pun mulai kehilangan jaringan penyangganya. Selain melemahnya jaringan penyangga kulit tersebut, hal-hal berikut juga merupakan bagian dari proses normal penuaan kulit yang tidak dapat dihindari:

  • Kulit menjadi lebih tipis, dan kandungan lemaknya menurun, sehingga kulit tidak selembut dan sehalus kulit anak kecil.
  • Kulit akan mengendur, dan akibat gaya gravitasi, kulit tampak jatuh pada beberapa tempat seperti kulit di bawah lengan
  • Setiap individu mengalami proses penuaan yang berbeda-beda, bergantung pada kode genetik DNA-nya. Sebagai contoh, kulit seseorang dapat terlihat seperti usia 50 pada usia 70 tahun, dan sebaliknya.

Selain proses normal di atas, terdapat proses penuaan lainnya yang diakibatkan oleh faktor lingkungan, dan sebetulnya dapat dihindari sejak dini. Faktor utama penuaan dini yang dimaksud adalah kerusakan kulit akibat sinar matahari.

Radiasi ultraviolet dari sinar matahari masuk ke dalam kulit dan merusak serat protein kolagen dan elastin yang terkandung dalam kulit. Elastisitas kulit menjadi rusak dan kulit kehilangan penyangganya, sehingga kulit tampak keriput.

Luas dan kedalaman keriput pada kulit bergantung pada lama paparan terhadap sinar matahari. Paparan sinar matahari sejak usia kanak-kanak juga dapat memperberat terjadinya keriput ketika dewasa. Namun selain paparan terhadap sinar matahari, keriput juga bisa timbul akibat faktor genetik atau keturunan.

Sinar matahari juga dapat menyebabkan timbulnya flek-flek gelap pada tangan, wajah, dan daerah kulit lain yang terpapar sinar matahari.

Selain dari sinar matahari, kebiasaan merokok juga mampu memicu terjadinya penuaan dini. Merokok menurunkan sirkulasi darah dan aliran oksigen menuju kulit, sehingga kesehatan kulit terganggu dan ikut mempermudah timbulnya keriput. Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol dan asupan makanan yang tidak sehat juga turut menjadi faktor yang mempercepat terjadinya penuaan dini, karena berkaitan dengan kurangnya zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, terutama kulit.

« Lihat artikel lainnya